WULAN NASHVA KINAURA
Mestinya sih gag usah menunggu tahun baru atau ulang hari lahir untuk sekedar “retreat” atau kontemplasi, tafakur atau apa aja namanya. Menyendiri dan bercermin, merenungi jalan hidup setahun kebelakang, atau jauh lagi dibelakang. Lalu menuliskan rencana2 hidup berikutnya.

Arek Suroboyo selalu punya cara sendiri untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan lingkungannya.

Here are the examples...

Dulunya pasar itu dikenal sebagai tempat bersosialisasi selain arena transaksi ekonomis. Di sebagian negara pasar dijadikan ajang temu jodoh. Lelaki dan perempuan saling menawar.

Sekarang pasarnya sudah jadi mall. Orang gag lagi bersosialisasi dengan transaksi tawar menawar. Semuanya harga mati. Interaksi minim sekali terjadi barangkali hanya suara yang keluar dari kasir saja yang terdengar ”terima kasih dan datang kembali”. Meski tebar pesona tetap terjadi antar lelaki dan perempuan, tapi kalau saling menawar? Huaaa gag akan senyata itu.

Kedai kopi tempat kita nongkrong dan bertukar cerita kita berubah jadi kafe atau club.

Kita datang bergerombol seolah gag ingin ada orang lain diluar paguyuban kita bergabung. Kita asik sendiri. Lalu sebagian besar dari kita menutupi wajah dengan riasan tebal, nyaris gag ngenalin mereka bila tanpa make up, bahkan gag mungkin bisa mengenali seperti apa pribadi mereka sebenernya tanpa terpukau dengan make up tebal.

Lalu musik di pasang keras keras seolah gag ingin para pelanggan satu sama lain bercakap, lengkap dengan minuman alkohol yang membuat kita semakin jauh dari kesadaran. Atau di dalam klub atau cafe kita sibuk masing2 dengan blackberry, earphone atau tenggelam dalam buku.

Inilah cara kaum urban berkomunikasi dengan dirinya sendiri di tempat yang seharusnya berfungsi sebagai tempat interaksi, prososial....euhm.

Lalu ketika jalanan hanya dipenuhi sepeda dahulu kala, setiap dari kita akan saling menyapa, entah kenal atau gag. Sekarang dibalik helm atau di dalam mobil, kita gag lagi saling sapa. Tapi kita saling klakson, kencang bersahutan. Orang kota gag lagi bicara pakai mulut tapi dengan klakson sementara di earphone tetap mengalun musik yang membuat kita gag merasa perlu mendengarkan dunia luar.

Retreat arek Suroboyo .....and also occurred in Jakarta, itu terjadi setiap hari. Di kantor, di cafe, di jalan dan di mall. Tinggal pasang earphone, buka blackberry lalu tenggelam bersamanya. Uhuyyy ajibbbbb !!!!
Label: | edit post
3 Responses
  1. Rintik Hujan Says:

    hmm...bener2 wulan klo posting seperti ini..



  2. Kika Says:

    Nulis lagi doongg..


My Ads